HATI-HATI DALAM MENCINTA

Di era gombalisasi dimana segala bentuk bribik dan rayu sudah tidak mengenal batas ruang dan waktu seperti saat ini, muncul berbagai slogan yang cukup terkenal terkait virus merah jambu bernama cinta. Salah satunya adalah, 'cinta itu buta'. Artinya, yang namanya cinta itu ga bisa dikontrol, apalagi pilih-pilih. Saya sangat ga sepakat dengan hal ini. Mungkin keyakinan semacam ini yang bikin ada orang nikah sama tembok sementara miliyaran orang lain masih berjuang hidup melajang (termasuk penulis).

Guys, kita harus berhati-hati dalam memilih sesuatu untuk kita cintai. Mengapa? Dari Anas bin Malik r.a. beliau mengatakan, “Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”Anas pun mengatakan, “Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.” (HR. Bukhari no. 3688)

Jadi, berdasarkan hadits di atas kelak di akhirat kita akan dikumpulkan dengan orang-orang yang kita cintai. Nah loh, terus gimana kalo kita cinta sama orang-orang yang ga beriman kepada Allah? Misal nih yang paling umum kayak public figure semisal artis, penyanyi, tokoh masyarakat, atau sejenisnya yang notabene dia ga percaya atau bahkan ga kenal sama Allah. Yang cinta sama Karl Marx aja ada loh. Mau barengan di neraka? Kan bahaya?

So, hati-hati dalam mencinta. Jadikan Allah dan Rasulnya sebagai cinta utama kita, disusul dengan cinta kepada para sahabat, tabi'in, ulama, dan orang-orang beriman, baru kemudian cinta sama yang laen-laen. Semoga kelak kita akan dikumpulkan bersama mereka yang kita cintai. Aamiin. 😇

Referensi :
https://rumaysho.com/2114-cenderung-cinta-padanya.html

Komentar

Populer

SYIRIK DI BIDANG ILMU PENGETAHUAN

SEJARAH DAKWAH RASULULLAH SALALLAHU 'ALAIHI WA SALAM

MAJAS SIMILE DALAM AL-QUR’AN